Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

18 Desember 2016

One After Another

"Little light hope, enlighten you even in the darkest time"

One After Another

 

 "Kuberjalan pelan melewati rerumputan

Kulihat sekelilingku, hanya ada aku, desir angin dan nyanyian belalang

Tak terasa peluh mulai menetes

Tiba tiba cahaya mulai berdatangan

Mendung sudah hilang rupanya

Titik titik cahaya seakan menari disekitarku

Memanjakan mata dan hati yang sudah tak tentu arah

Lalu tiba tiba setitik cahaya mendekat

Ia tampak berbeda

Dengan hangat menyentuh hati ini

Serentak aku terkejut

Otak ini mulai memerintahkan tangan untuk meraih cahaya itu

Namun hati melarangnya

Hati ini takut

Hati ini lebih memilih melihat dan menikmati cahaya itu

Ia takut jika cahaya itu akan hilang

Namun otak berkilah

Sudah banyak cahaya yang menari nari indah

Tak bolehkah ia menyimpan satu?

Namun malam tak peduli

Ia tetap berlalu meninggalkanku yang tak berdaya dihimpit hati dan otak yang terus beradu"
Read More

17 September 2013

Kata Kata Sedih dalam Manisnya Puisi

Persimpangan Cinta

Terasa semakin hangat
Gejolak nada jiwa
Mengalun indah dalam hati
Terbayang hadirmu disini

Masihkah kau ingat dulu
Masa kita memendam rindu
Cerita lama yang tak mungkin kembali

Kuyakin kau menyadari
Semua t'lah terjadi
Disini kita berdiri, di persimpangan tak pasti
Jika memang Seharusnya
Cinta kita mesti terpisah
Mengapa kau biarkan kita berjumpa

Setidaknya, mengertilah sudah
Tak kan mungkin lagi kita menyatu
Selamat tinggal persimpangan Cinta
Dalam kenangan hampa kini



Yah, salah satu puisi cinta bikinan tangan ane ini berisikan hal hal yang sedih. Meskipun dibalut dengan dengan kata kata semanis madu, tetap saja pahitnya masih berasa. Saya sangat senang membaca dan membuat puisi. Apalagi puisi cinta, banyak sekali kata kata yang keluar dari otak ini yang tentunya mengacu pada "dia". Alias, puisi bikinan ane ini kebanyakan gambaran pengalaman, ataupun harapan dan doa untuk si "dia". Yah, meskipun si "dia" nya mungkin nggak kerasa atau saya aja yang nggak tahu kalo dia kerasa :D

Tapi, kebanyakan puisi puisi itu sama seperti kehidupan. Puisi pasti dibalut dengan majas majas gajelas yang entah artinya pun saya tidak tahu , dan pasti dibalut dengan pesan pesan tersurat dan tersirat. Kenapa nggak ke kantor pos aja kalo cuma ngirim surat? :D 
Sama seperti puisi, kehidupan pun selalu dibalut dengan masalah, pilihan, kebenaran dan kesalahan. Kalo nggak ada semua itu, mau berkembang gimana -_- sementara ilmuwan aja berkembang seiring berjalannya kesalahan dan masalah yang selalu ada. Orang kok sukanya nyari masalah, hidup aja udah sulit, buat apa masih nyari masalah. Dan kebanyakan orang menjalani hidupnya layaknya puisi, kata kata di puisi itu manis banget, meskipun artinya dalam banget alias artinya lebih ke sisi sedih daripada bahagia. Orang mencontoh dari puisi, mereka selalu tersenyum bahagia, tersenyum manis, berkata kata manis dan baik, tapi apakah itu kebenarannya? nggak selalu, bahkan pegawai Indomaret yang tiap hari kerjaannya senyum ama nyapa pelanggan aja banyak an ngeluhnya daripada senyumnya. Emang sih, namanya tuntutan kehidupan, tapi kalo dijalani dengan ikhlas kan lebih baik n lebih enak to? Daripada cuma cemberut, sedih, galau dll yang kadang juga ngena ke saya sendiri -_- dan saya pasti kenanya kalo udah capek, males dkk -_-
Jadi, mending kita menjalani semua masalah, pilihan, cobaan, rejeki, pekerjaan bahkan sakit dengan senyum. Saya sendiri udah pernah nyoba, saya sakit dan saya senyum, efeknya luar biasa. Saya tetep merasa sakit dan orang lain hilang khawatirnya -_-"
Itu tadi hanya curhat aja, intinya ya tetep tersenyum dalam segala keadaan dan berpikir se positif mungkin akan segala hal. Oke?
Cuma pengen nulis nulis ini aja, maaf kalo ada yang tersinggung atau yang ngena. Namanya aja manusia, tempatnya salah. Salah ya salah, tapi jangan bolak balik salahnya tetep aja -_-
Akhir kata, Wassalamualaikum Wr. Wb.
Read More